Download Info Pack
Darah Tali Pusat
Darah Tali Pusat

Orang-orang nyata, kisah nyata

Sampai saat ini, Cordlife Limited dan asosiasinya telah mengirimkan unit darah tali pusat kepada sekitar 300 keluarga untuk terapi lebih dari 50 indikasi pada lebih dari 50 institusi global. Catatan keberhasilan kami adalah pembuktian yang terbaik dari metode pemrosesan dan penyimpanan kami

Ching - Cordlife Success Story

Ching

Ching (alias) was diagnosed with Thalassemia Major. As a result, blood transfusion became part of her life. In attempt to free Ching of her suffering, her mother decided to meet Cordlife’s consultants to learn how cord blood can help Ching’s life. Luckily, doctors successfully operated a cord blood transplant when Ching was 5 years old at Hong Kong Queen Mary Hospital. Recovering swiftly, Ching is just like any other ordinary girls that enjoys school life.

Ee Han - Cordlife Success Story

Ee Han

When little Ee Han was 3 months old, his parents noticed that his neck was soft and could not hold his own head. He was then diagnosed with growth development delay and quadriplegic cerebral palsy. His ENT doctor also confirmed that he was suffering from severe hearing loss in both ears.

Since then, little Ee Han has been undergoing multiple therapies and depending on mobility and hearing aids to improve the quality of his life. At an Early Intervention Programme for Infants & Children (EIPIC) class outing, Ee Han’s parents chanced upon another child suffering from a similar condition who had improved tremendously after an infusion of his own cord blood. This encouraged them to let little Ee Han go through a cord blood infusion since they had stored his cord blood with Cordlife at birth.

In November 2014 and September 2015, Ee Han went through two rounds of cord blood infusion performed by Dr Keith Goh, Consultant Neurosurgeon from Mount Elizabeth Hospital. Each round took no more than 45 minutes to complete. After the infusions, both Dr Goh and Ee Han’s parents noted visible improvements including faster sitting up movements and better control of his emotions.

I noticed that Ee Han’s motor skills has improved and he now has more strength and control of his limbs. He can even walk with support. Ee Han is now more responsive and cognitively aware of things.
said Dr Keith Goh.
Justin - Cordlife Success Story

Justin

Justin (nama samaran ) didiagnosa dengan kanker pada anak yang umum , neuroblastoma, pada usia satu setengah tahun . Lebih dari setahun, anak tersebut harus menjalani berbagai siklus kemoterapi dosis berat untuk mengobati keadaannya. Kemoterapi menghancurkan sel kanker, tetapi pada waktu bersamaan juga menghancurkan sel yang normal. Untungnya, orang tua justin menyimpan darah tali pusatnya pada saat lahir di Cordlife. Sel punca darah tali pusat diinfus balik ke badannya setelah regimen kemoterapi pada januari 2011 di Queen Mary Hospital dan dia keluar darin rumah sakit setelah 3 bulan. Unit darah tali pusat yang digunakan telah disimpan pada fasilitas kami di hong kong selama 29 bulan. Cordlife sangat bangga mencapai ini dalam industri bank darah tali pusat di Hong Kong.

Georgia Cordlife Success Story

Giorgia

Sebuah kecelakaan pada kelahiran sekitar 2.5 tahun lalu menyebabkan bayi Georgia kekurangan suplai oksigen keotaknya, dan menyebabkan serebral palsi. Kerusakan dari otak anak tersebut menyebabkan dia bergerak secara tak terkendali, menderita kram otot dan dengan lebih dari 50 kejang dalam sehari. Dengan bantuan dari bedah saraf, darah tali pusat georgia diinfus kembali kedalam tubuhnya. Keadaanya telah membaik sejak saat itu.

Source: The Sun, 3 December 2009

Moinam

Moinam didiagnosa dengan Talasemia ketika berumur sekitar satu tahun, jika tidak diobati, kebanyakan dari anak-anak yang terkena penyakit ini tidak dapat bertahan lebih dari 10 tahun. Beruntung, adik perempuannya yang baru lahir bebas dari Talasemia mayor dan sel punca darah tali pusatnya sesuai sempurna dengan Moinam, dengan sejumlah sedikit dari sumsum tulang untuk tambahan transplantasi. Moinam saat ini dalam fase pemulihan dan hasil dari darahnya sangat menggembirakan.

"Kami memutuskan untuk menggunakan gabungan sel punca dari sumsum tulang dengan sel punca darah tali pusat sebagaimana ini memberikan kesempatan yang lebih baik dan lebih cepat untuk keberhasilan daripada hanya sel dari sumsum tulang. Sel punca dari sumsum tulang, dilain pihak, dapat menyebabkan Graft versus Host Disease. Yang dipicu oleh mekanisme pertahanan tubuh saat transfusi telah dilakukan. Tidak hanya meningkatkan jumlah sel punca , tetapi juga mengurangi peluang terjadinya komplikasi. Ini adalah pilihan terapi pada kasus seperti ini dan menghasilkan kesembuhan yang sepenuhnya,"

jelas Dr Mukherjee, Medical Director dari NetajiSubhash Chandra Bose Cancer Reserach Institute

Source: The Telegraph, 7 May 2011