Download Info Pack

Diet yang tepat selama kehamilan untuk bayi yang cerdas




Anda tentu bisa menjadi ibu dari penerus Einstein

Memiliki bayi yang sehat adalah suatu hal yang diinginkan oleh semua orang tua. Penelitian oleh para ahli mengungkap mengapa beberapa bayi bisa sangat pintar. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada beberapa bayi yang bertumbuh kembang pesat pada tahap yang sangat awal? Di sini kita merujuk pada bayi yang mulai berjalan pada usia 9 bulan, menggambar wajah tersenyum pada usia 9 bulan, berbicara dalam kalimat yang panjang pada 24 bulan, menghitung lebih dari sepuluh pada usia 24 bulan dll. Tidak ada yang pernah bisa menjelaskan dengan tepat mengapa anak-anak ini bisa bertumbuh kembang jauh lebih cepat daripada anak-anak lainnya. Meskipun belum banyak yang menegaskan, ada beberapa penelitian genetik yang muncul dan memberikan kita informasi sekilas tentang apa yang benar-benar dibutuhkan bayi untuk membantunya mengembangkan otak sebaik mungkin. Berikan makanan kaya nutrisi sederhana ini untuk hadirnya buah hati anda sebagai “penerus Einstein”.


Tingkatkan Vitamin Prenatal Anda

Mengonsumsi vitamin setiap hari akan membantu Anda mendapatkan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan bayi: asam folat dan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah, vitamin C untuk menghasilkan kolagen, vitamin D untuk pertumbuhan tulang, dan Seng untuk perkembangan otak.


Konsumsi Buah dan Sayuran

Sayuran dan buah-buahan mengandung antioksidan yang baik untuk bayi Anda. "Antioksidan melindungi jaringan otak bayi dari kerusakan," kata ahli gizi Elizabeth Somer, penulis nutrisi untuk Kehamilan Sehat. Targetkan tujuh porsi buah dan sayuran dalam sehari. Pilih yang berwarna pekat untuk kandungan antioksidan terbesar: sayuran hijau, stroberi, plum, dan tomat. Pastikan untuk mencuci semua buah-buahan dan sayuran dengan baik, juga untuk buah-buahan yang memiliki kulit (karena saat proses memotong buah kuman mungkin masuk ke daging buah).


Tingkatkan Protein

Tubuh Anda membutuhkan lebih banyak protein pada masa kehamilan untuk membentuk sel dan hormon pada bayi Anda yang sedang bertumbuh. Jadi, tingkatkan asupan protein Anda dengan tambahan protein sebanyak sepuluh gram sehari. Daging, ayam, dan telur dianggap sebagai sumber protein terbaik. Meningkatkan asupan protein Anda bisa dengan cara mengkonsumsi yogurt, telur rebus, kari ayam dan daging. Calon ibu vegetarian dapat mengonsumsi kacang kedelai, kacang merah dan lentil, serta brokoli, kol, dan bayam.


Tingkatkan Zat Besi

Asupan zat besi Anda perlu dilipat gandakan selama kehamilan, karena zat besi membantu memberikan oksigen yang menopang kehidupan kepada bayi Anda. Masalahnya adalah, banyak wanita memasuki kehamilan sudah kekurangan zat besi. Jika bayi Anda kekurangan oksigen dalam kandungan, hal ini akan berakibat pada meningkatnya risiko pertumbuhan yang buruk dan IQ yang lebih rendah. Anda perlu meminta dokter Anda untuk menguji kekurangan zat besi Anda. Kemudian pastikan bahwa menu diet makanan Anda adalah makanan kaya zat besi seperti daging merah, ayam, kacang-kacangan dan sarapan sereal yang kaya manfaat


Esens Tembaga

Zat tembaga adalah salah satu dari beberapa nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak. Dan penelitian menunjukkan bahwa tembaga berperan untuk perkembangan hippocampus dan dentate gyrus (area pada otak untuk belajar dan berpikir). Seorang wanita hamil mampu memberi sang bayi sejumlah zat tembaga yang cukup dengan memperhatikan berbagai makanan yang dia pilih untuk dikonsumsi sepanjang hari. Makanan ini termasuk Kacang Mete, Alpukat, Nasi Merah, Terong, Kacang Hitam, Bayam, Kacang Hijau, Bit dll.


Jumlah kolin

Para peneliti dari University of North Carolina memberi makan dua kelompok tikus hamil yang diperlakukan dengan diet yang berbeda selama periode saat hippocampus berkembang. Diet dibedakan dengan satu kelompok mengandung kolin sedangkan yang lainnya tidak mengandung kolin. Ketika meneliti sel-sel otak mereka, para peneliti menemukan bahwa pada kelompok yang tidak menerima zat kolin terdapat perubahan epigenetik pada protein yang membungkus gen dalam sel yang bertugas untuk menciptakan sel-sel otak baru. Dua protein (G9a dan Calb1) yang bertugas sebagai pembentuk sel neuron baru dan pematangan perkembangan hippocampus memiliki hasil yang berbeda pada kelompok yang tidak menerima kolin. Kolin dapat ditemukan dalam daging, kacang-kacangan dan telur.


Pentingnya DHA

Otak bayi mulai berkembang sejak 4 minggu setelah pembuahan. Bahkan, dasar dari kesuburan dan perkembangan dimulai sebelum seorang wanita memasuki masa kehamilan. Itu sebabnya sangat dianjurkan bagi semua wanita pada usia subur mendapatkan banyak asupan asam lemak omega 3 dengan DHA dalam makanan mereka. Para peneliti di Brain Chemistry and Human Nutrition di London telah mengungkapkan bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah dilahirkan dari ibu yang tidak memiliki cukup gizi selama kehamilan. Bayi-bayi ini kekurangan DHA yang menganggu perkembangan otak dan ini bisa bersifat permanen. Diet kehamilan yang baik harus mengandung banyak minyak omega 3 dengan DHA. Ini berarti makan lebih banyak ikan berlemak seperti salmon Atlantik, ikan cod Pasifik dan tuna dan dilengkapi dengan kapsul minyak ikan murni berkualitas tinggi, atau bahkan keduanya.


Waspadai Merkuri

Ikan sangat baik untuk otak bayi Anda. Namun, kontaminasi merkuri pada beberapa ikan bisa menjadi sebuah bahaya bagi sistem saraf bayi Anda. Administrasi makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat menyarankan wanita hamil untuk menghindari hiu, tilefish, king mackerel dan ikan todak, karena mengandung kadar merkuri tinggi. Beberapa pilihan merkuri lebih rendah adalah salmon, lele, nila dan udang. Dan jika Anda memilih ikan kaleng, pilih tuna, yang memiliki kandungan merkuri relatif lebih rendah daripada ikan lainnya.


Hindari Alkohol dan Rokok

Sindrom alkohol janin (FAS) berkaitan dengan penyalahgunaan alkohol berat selama kehamilan. Bir, anggur, atau minuman keras lainnya dalam jumlah sedang dapat membahayakan otak bayi. Mengonsumsi minuman tersebut dalam frekuensi ringan sampai sedang dapat menyebabkan masalah dalam proses pembelajaran, perhatian, daya ingat dan keterampilan sosial. Semengara itu merokok baik secara aktif maupun pasif dapat memstrongrlambat pertumbuhan otak bayi Anda; jadi jauhilah hal tersebut.Hindari Alkohol dan Rokok