Download Info Pack

Apakah Ibu Hamil Membutuhkan Suplemen Minyak Ikan?

Oleh Dr. James Lee
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
MBBS (S’pore), MRCOG (London), FAMS (S’pore), Gdip Acupuncture (S’pore)



Ibu hamil tidak diperbolehkan mengonsumsi obat, produk herbal, atau suplemen, kecuali memang benar-benar dibutuhkan untuk kesehatan kehamilan dan atau janin di dalam rahim. Hingga kini, mengonsumsi minyak ikan selama kehamilan dan menyusui masih menjadi perdebatan. Ibu hamil disarankan untuk benar-benar memahami kebutuhannya sebelum memutuskan mengonsumsi suplemen minyak ikan.

Apa itu minyak ikan?

Ikan yang hidup di laut beriklim dingin umumnya menyimpan minyak lebih tinggi di otot dan organ tubuh mereka. Minyak ikan ini mengandung asam lemak omega 3 yang berperan penting dalam kesehatan manusia. Asam lemak omega 3 menjadi bagian dari jaringan lemak manusia, seperti di materi abu-abu di otak (kecerdasan), retina mata, dan jaringan saraf yang luas. Asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA) merupakan asam lemak omega 3 yang paling esensial.

Pentingnya asam lemak omega 3 selama kehamilan dan menyusui

Penelitian pada hewan yang makanannya kekurangan DHA menunjukkan bahwa organ saraf vital yang terbentuk memiliki komposisi asam lemak berbeda (dengan asam lemak omega 6 yang lebih tinggi). Pada manusia, perubahan komposisi asam lemak seperti ini memberikan efek negatif yang bertahan lama pada perilaku belajar, metabolisme otak, pembentukan saraf, dan fungsi penglihatan. Perubahan-perubahan ini tidak bisa dikembalikan bahkan ketika komposisi asam lemak sudah seperti semula setelah diberikan perawatan asam lemak omega 3.

Ada masa kritis dalam kehidupan manusia, yakni masa paruh kedua kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Kita tidak bisa mengabaikan pentingnya asupan asam lemak omega 3 untuk jaringan saraf pada masa kritis ini. Asam lemak omega 3 bermanfaat mengoptimalkan perkembangan jaringan saraf pada periode perinatal. Kurangnya asam lemak omega 3 dalam kehamilan dikaitkan dengan persalinan prematur, penambahan risiko depresi pascanatal, peningkatan kecenderungan keturunan mengidap asma, dan kondisi alergi.

Sumber alami asam lemak omega 3

Asam lemak omega 3 dasar adalah asam alfa-linolenat (ALA). ALA bisa diubah menjadi DHA dan EPA. Di alam, DHA dan EPA sebagian besar ditemukan di ikan kaya lemak seperti salmon, tuna, sarden, dan trout.

Fakta lain, ALA merupakan komponen utama beberapa minyak nabati, seperti minyak canola dan minyak biji rami. Kita bisa saja mengonsumsi minyak nabati dengan harapan tubuh akan mengubahnya menjadi DHA dan EPA. Akan tetapi, cara ini tidak efisien. Konversi ALA menjadi DHA dan EPA membutuhkan banyak energi kimia dan prosesnya di dalam tubuh pun sangat lambat. Pilihan yang lebih baik adalah mengonsumsi DHA dan EPA yang sudah terbentuk.

Ibu hamil dan konsumsi ikan

Selama bertahun-tahun industri mencemari laut. Bahan-bahan kimia dan limbah beracun mengalir ke laut, bahkan industri telah mencemari atmosfer terlebih dahulu sebelum meracuni laut, melalui hujan. Kadar merkuri, bifenil poliklorinasi (PCB), dan dioksin yang signifikan ditemukan terkonsentrasi di ikan laut. Ikan-ikan besar yang sudah hidup bertahun-tahun di laut malah lebih terkontaminasi lagi. Polutan ini mengancam kesehatan manusia karena bisa mengganggu jaringan saraf, terutama saat saraf matang. Janin akan menjadi sangat rentan.

Di satu sisi, ibu hamil dianjurkan menghindari mengonsumsi ikan yang mengandung banyak minyak, seperti ikan hiu, ikan pedang, ikan marlin, dan ikan tenggiri raja (king mackerel). Bahkan, otoritas Inggris dan AS membatasi ibu hamil di wilayah mereka untuk mengonsumsi ikan hanya dua kali seminggu (sekitar 340 gram seminggu). Ikan iklim tropis biasanya sedikit terkontaminasi.

Di sisi lain, konsumsi asam lemak omega 3 yang memadai sangat penting untuk pertumbuhan otak janin. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi ikan dengan kontaminasi merkuri rendah dengan cara menghilangkan kulit dan lemak ikan sebelum dimasak. Jangan mengonsumsi ikan mentah atau kerang. Paparan polutan pada ikan bisa dikurangi dengan memanggang atau mengukus ikan. Sebagian besar tim ahli menginformasikan bahwa manfaat kesehatan makan ikan (dengan tingkat kontaminasi merkuri yang rendah) untuk ibu hamil, lebih besar daripada risiko polutannya.

Sumber omega 3 selain ikan

Ibu hamil yang tidak bisa makan ikan atau hanya makan ikan iklim tropis, dapat memperoleh asam lemak omega 3 dari suplemen minyak ikan berbentuk kapsul lunak. Suplemen minyak ikan berisi minyak ikan murni di mana kontaminan PCB dan dioksinnya telah dihilangkan. Saran dari tim ahli, konsumsilah asam lemak omega 3 sekitar 200–300 miligram sehari.

Minyak hati ikan

Harap dicatat, ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi minyak hati ikan, seperti minyak hati ikan kod. Hati ikan adalah organ utama tempat merkuri didetoksifikasi dan tempat konsentrasi polutan tertinggi. Selain itu, sebagian besar vitamin A disimpan di hati. Konsumsi vitamin A yang berlebihan saat kehamilan dapat menyebabkan malformasi (kelainan) pada janin.

Apakah suplementasi minyak ikan membuat bayi lebih baik?

Manfaat suplementasi minyak ikan selama masa kehamilan dan perkembangan anak usia dini sangat menjanjikan. Penelitian pada hewan dan survei pengamatan menunjukkan adanya kenaikan respons penglihatan, fungsi otak, dan nilai kecerdasan anak. Peningkatan DHA dalam darah bayi saat lahir memiliki korelasi dengan berkurangnya penderita penyakit alergi anak-anak seperti asma, dermatitis atopik, dan rhinitis.

Uji coba terkontrol secara acak telah dilakukan untuk memeriksa kebenaran akan manfaat ini. Sayangnya kami belum memiliki bukti yang konsisten apakah suplementasi minyak ikan memberikan manfaat klinis kepada anak-anak sampai mereka tumbuh dewasa nanti. Banyak faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menguntungkan dengan suplementasi DHA, sedangkan yang lain tidak. Sejauh ini, konsumsi minyak ikan dianggap aman selama kehamilan dan menyusui. Kami menunggu lebih banyak bukti efektivitas klinisnya dalam beberapa tahun mendatang.