Download Info Pack

Endometriosis

Oleh Dr. Christopher Ng
Ahli Obstetri dan Ginekologi
MBBS (London, UK), FRANZCOG (Aust-NZ), MMed (S'pore), FAMS (S'pore)




1. Apa itu endometriosis?
Endometriosis adalah kondisi medis umum yang ditandai oleh pertumbuhan endometrium (jaringan yang biasanya melapisi rahim) pada bagian luar rahim. Endometriosis terlihat dan bertindak seperti jaringan di dalam rahim. Hal ini paling sering muncul di area dalam panggul seperti:

  • Ovarium
  • Saluran Fallopi
  • Permukaan rahim
  • Cul-de-sac (ruang di belakang rahim)
  • Permukaan rahim
  • Usus
  • Kandung kemih dan ureter
  • Dubur

Jaringan endometrium dapat menempel pada organ-organ di panggul atau pada peritoneum serta jaringan yang melapisi bagian dalam panggul dan perut. Dalam beberapa kasus, endometriosis juga dapat ditemukan di bagian lain pada tubuh. Jaringan endometrium yang tumbuh di dalam ovarium dapat menyebabkan terbentuknya kista (kista endometriotik).

Jaringan endometrium di luar rahim merespon terhadap perubahan hormon. Jaringan ini luruh serta mengalami pendarahan pada lapisan rahim selama siklus menstruasi. Luruh serta pendarahan dari jaringan ini yang terjadi setiap bulan dapat menyebabkan jaringan parut yang dikenal sebagai adhesi.

Adhesi dapat menyebabkan rasa sakit dan bahkan terkadang adhesi mengikat organ secara bersamaan. Gejala endometriosis sering memburuk dari waktu ke waktu. Dalam banyak kasus, perawatan dapat mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk. The symptoms of endometriosis often worsen over time. In many cases, treatment may prevent the condition from getting worse.

2. Apa yang menyebabkan endometriosis?
Penyebab endometriosis masih belum diketahui. Diyakini bahwa hal ini disebabkan karena aliran balik darah menstruasi ke rongga panggul.

3. Apa saja tanda dan gejala endometriosis?
Wanita mungkin mengeluh tentang hal-hal berikut:
  • Menstruasi berat dan terkadang tidak teratur
  • Menstruasi yang menyakitkan
  • Rasa sakit saat berhubungan seks (rasa sakit yang dalam saat penetrasi)
  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah di antara siklus menstruasi
  • Dapat terkait dengan ketidaksuburan

Diperkirakan bahwa 30-40% wanita dengan endometriosis mungkin mengalami kesulitan untuk hamil seperti tidak dapat hamil setelah 1 tahun melakukan hubungan seksual teratur. Fekunditas siklus ketergantungan-usia (bulanan) pada wanita subur yang sehat berkisar antara 15 dan 25%. Peluang itu kurang dari 1% untuk wanita dengan penyakit endometriotik berat.

4. Seberapa umum endometriosis?
Prevalensi endometriosis adalah sekitar 5% -20% pada wanita usia reproduksi. Sekitar 30% hingga 40% wanita dengan endometriosis tidak subur.

5. Apakah ada kelompok umur yang lebih rentan terhadap endometriosis?
Hal ini lebih sering terjadi pada wanita usia reproduksi antara 20-40an. Data menunjukkan bahwa wanita Kaukasia berisiko lebih besar terkena endometriosis daripada wanita Afro-Karibia.

6. Apakah ada obat untuk endometriosis?
Karena endometriosis berhubungan dengan hormon, tidak ada penyembuhan permanen untuk endometriosis selain menopause alami atau menopause bedah (dengan mengangkat ovarium). Namun, ada laporan yang menyatakan bahwa kasus endometriosis dapat ditemukan pada wanita menopause walaupun kasusnya sangat jarang. Hanya saja ada beberapa perawatan yang dapat membantu wanita mengelola dan mengatasi gejala yang mereka alami. Bagi sebagian wanita, kehamilan dapat mengurangi gejala dan efek endometriosis. Namun nyatanya, kehamilan bertindak sama seperti perawatan obat hormonal, hanya menekan gejala dari endometriosis namun tidak memberantas penyakit itu sendiri.

Gejala bisa jadi tidak kambuh setelah kelahiran anak. Sebagian besar wanita dapat menunda kembalinya gejala dengan menyusui namun proses menyusui perlu dilakukan dengan kuantitas yang cukup sering dan cukup intens untuk dapat menekan siklus menstruasi. Dokter terkadang menyarankan wanita dengan endometriosis untuk tidak menunda memiliki anak karena endometriosis cenderung memburuk dengan berjalannya waktu. Semakin lama Anda menderita endometriosis, maka semakin besar peluang Anda untuk menjadi tidak subur.

7. Bagaimana mendiagnosa endometriosis?
Selain riwayat menyeluruh untuk menentukan apakah Anda memiliki gejala khas yang menunjukkan adanya endometriosis, dokter kandungan Anda akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan panggul. Hal ini dilakukan untuk mencoba identifikasi area dari nyeri panggul untuk memastikan penyebab nyeri panggul bukan disebabkan oleh hal lain. Pemindaian ultrasound panggul dapat digunakan untuk mendeteksi kista endometriotik dan hal ini biasanya dikombinasikan dengan pemeriksaan darah Ca125 (yang dapat meningkat pada endometriosis).

Endometriosis dapat dikelompokkan menjadi ringan, sedang, atau berat. Tingkat perluasan penyakit dapat dikonfirmasi dengan melihat langsung ke dalam panggul menggunakan laparoskopi (operasi lubang kunci). Anda akan diberikan anestesi umum untuk prosedur ini. Lesi endometriotik serta kista dan adhesi endometriotik juga dapat dihilangkan selama laparoskopi.

8. Apa saja perawatan bedah dan non-bedah yang tersedia?
Pengobatan diarahkan untuk menghilangkan rasa sakit atau infertilitas. Pilihan pengobatan untuk rasa sakit berkisar dari:
  • Analgesik (Pain killer)
  • Pil kontrasepsi oral kombinasi
  • Perangkat perkembangan intrauterin (Mirena)
  • Danazol (senyawa hormon Amle)
  • Progesteron oral (Visanne)
  • Depot progesteron suntikan (Depoprovera)
  • Agonis-agonis hormon pelepas gonadotropin (GnRH) - untuk menciptakan keadaan menopause yang disertai tesendo

Semuanya sama-sama efektif dengan efek samping dan profil biaya yang berbeda. Pengurangan fungsi ovarium dengan salah satu dari obat-obatan ini selama beberapa bulan dapat mengurangi rasa sakit terkait endometriosis.

Operasi mungkin disarankan untuk beberapa wanita di mana perawatan medis telah gagal untuk meringankan rasa sakit atau infertilitas mereka. Tujuan pembedahan adalah untuk mengangkat atau mengkoagulasi semua lesi peritoneum endometriotik yang terlihat, kista ovarium endometriotik, endometriosis rektovaginal dalam serta perlekatan yang terkait, dan untuk mengembalikan ke anatomi normal. Ablasi lesi endometriotik ditambah pengangkatan adhesi endometriotik untuk meningkatkan kesuburan pada endometriosis merupakan suatu hal yang efektif. Operasi laparoskopi hampir dapat menggandakan peluang kehamilan dan kelahiran hidup untuk wanita dengan endometriosis ringan dibandingkan dengan yang tidak menjalani operasi. Setelah operasi, tingkat kehamilan untuk wanita dengan endometriosis ringan sebagai satu-satunya masalah kesuburan mereka berkisar dari 81% hingga 84%. Mereka dengan endometriosis sedang atau berat, termasuk yang mengalami kerusakan ovarium, memiliki peluang 36% hingga 66% untuk hamil setelah operasi. Tingkat kehamilan tertinggi terjadi dalam satu tahun setelah operasi mengingat endometriosis biasanya kambuh selepas dari operasi.

Selain itu, SOIUI (inseminasi intra uterus superovulasi) atau IVF (fertilisasi in vitro) mungkin diperlukan pada wanita yang gagal hamil setelah proses operasi. Pengobatan dengan SOIUI meningkatkan kesuburan pada endometriosis minimal hingga ringan tetapi patensi tuba merupakan prasyarat. IVF adalah perawatan yang sesuai, terutama jika saluran fallopi juga tersumbat dan jika terdapat juga faktor infertilitas pria, dan / atau perawatan lain yang telah gagal.