Download Info Pack

Induksi Sosial

Oleh Dr. Chow Kah Kiong
MBBS (S'pore), MMed (O&G), MRCOG (UK), FAMS



Pengertian Induksi Sosial

Induksi sosial - induksi persalinan yang dilakukan demi kenyamanan ibu hamil dan keluarganya atau pemberi perawatan dan tim medis. Hal ini terjadi ketika induksi persalinan diberikan sebagai 'pilihan', dan bukan berdasarkan atas alasan medis tertentu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa tingkat induksi tidak boleh melebihi 10% (paling banyak 15%). Namun, tanpa memandang adanya kemungkinan risiko induksi, banyak orang masih ingin memilih tanggal kelahiran bayi mereka.


Alasan untuk Induksi Sosial

Pendapat pribadi tentang wanita hamil sering kali bervariasi, tergantung pada cara mereka memandang induksi. Banyak orang mendukung hal ini dengan senang hati. Kemungkinan alasannya adalah:

  • Pemilihan tanggal yang sesuai dengan jadwal pekerjaan atau jadwal belajar dari sang Ibu yang akan melahirkan, jadwal pekerjaan pasangan dan pengaturan cuti, atau pengaturan waktu pengasuhan sang Kakak hingga waktu untuk mengunjungi kerabat.US
  • Sang Ibu merasa lelah dengan kehamilan dan menginginkan kehamilan segera berakhir. Memiliki keluhan kehamilan, (seperti mulas atau varises) dapat menyebabkan kehamilan menjadi tidak nyaman.
  • Sang Ibu dijadwalkan untuk melahirkan pada musim liburan. Beberapa wanita memilih untuk diinduksi sebelum Natal, Paskah atau liburan sekolah.
  • Tempat tinggal yang jauh dari rumah sakit, terutama di daerah pedesaan yang terpencil menjadi pertimbangan untuk melakukan induksi guna menghindari berada jauh terlalu lama dari rumah selama berminggu-minggu, atau perlu bepergian jauh untuk menunggu dan melakukan persalinan.
  • Kecemasan tentang bayi karena komplikasi sebelumnya mis. Mengalami keguguran pada kehamilan sebelumnya.
  • Terdapat kondisi dimana persalinan harus dalam kondisi yang mumpuni. Sebagai contoh, seorang pemberi perawatan dapat menyarankan seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan memiliki waktu persalinan yang direncanakan dimana wanita tersebut dirawat pada periode rumah sakit memiliki jumlah staf yang cukup dan mumpuni.
  • Sang ibu dan ayah merasa sudah siap dan sudah membuat rencana terhadap jadwal kerja dan waktu sosial mereka. Hal ini menjadi suatu pilihan untuk kalangan masyarakat yang menyukai aktivitas yang terencana dan terjadwal. Alangkah baiknya ketika kelahiran anak sudah dipersiapkan dengan baik dan tidak mengganggu pekerjaan & jadwal sosial Anda secara tiba-tiba.
  • Untuk memastikan anak dilahirkan pada waktu yang ‘tepat ’di mana tenaga medis & bangsal neonatal memiliki staf yang sigap dan siap siaga dalam keadaan mendesak, serta kepastian tersedianya proses pemeriksaan dan layanan dukungan lainnya dengan mudah.
  • Memungkinkan anak ditanggung dan dinantikan pada waktu yang tepat; membuat seluruh keluarga bahagia dan menambah rasa percaya diri si bayi untuk seumur hidupnya.

Beberapa Kemungkinan Risiko Induksi Sosial

Namun, beberapa risiko telah diidentifikasi dan didokumentasikan yang mana berdasarkan alasan-alasan ini, banyak pusat persalinan, rumah sakit, lembaga pengajaran tidak menganjurkan terjadinya induksi sosial persalinan.

  • Bayi prematur, bahkan jika Anda yakin bayi Anda lahir di bulan yang sesuai
  • Induksi gagal dan beralih ke operasi caesar
  • Persalinan sulit yang berkepanjangan
  • Gawat janin (mis. Prolaps tali pusat; hiperstimalisasi; persalinan lama)
  • Uterine Rupture (yang terjadi setelah proses C-Section sebelumnya)
  • Abrupsi Plasenta (ketuban pecah buatan dilakukan tiba-tiba)
  • Emboli cairan ketuban & Pendarahan Postpartum

Cara Menghindari Risiko-Risiko Tersebut

Beberapa risiko yang mungkin telah diidentifikasi dan didokumentasikan. Karena alasan ini, banyak pusat persalinan, rumah sakit, lembaga pengajaran tidak menganjurkan terjadinya induksi sosial persalinan.

1) Prematuritas

Pastikan penanggalan kehamilan yang benar dengan:

  • Mencatat siklus menstruasi dengan baik.
  • Lakukan pemindaian ultrasound pada paruh pertama kehamilan, terutama pada trimester pertama.
  • Lakukan pemeriksaan ultrasound untuk kematangan plasenta, sebelum proses induksi. Setiap kali ada keraguan tentang tanggal kehamilan, hindari melakukan induksi sosial.

2) Operasi caesar

Pastikan kondisi serviks yang baik dan tidak adanya disproporsi:

  • Sebelum induksi, periksakan kondisi serviks akan kecenderungan terhadap dilatasi terinduksi. Pemberian prostaglin untuk cervical priming dapat membantu pada serviks yang tidak mudah mengalami dilatasi. Pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk administrasi yang aman, bertahap, dan terpantau. Selain itu, pastikan Anda memiliki persetujuan sebelumnya di mana pasien dapat membatalkan prosedur jika dirasa perlu.
  • Ukuran bayi dinilai tidak proporsional dengan ukuran panggul ibu. Hindari melakukan induksi kecuali cephalic dan kepala telah terlibat seluruhnya

3) Persalinan sulit yang berkepanjangan

Untuk menghindari risiko ini, pastikan hal berikut:

  • Serviks dianggap sesuai atau mudah untuk dilakukan proses priming.
  • Penggunaan oksitosin drip lebih awal untuk memastikan kontraksi uterus yang baik dan teratur.
  • Pemantauan persalinan berkelanjutan dengan CTG.
  • Ketuban pecah buatan hanya dilakukan pada saat kontraksi uterus terbentuk, sehingga induksi persalinan dapat dihentikan.

4) Gawat janin

Hindari ini dengan memastikan:

  • Pemeriksaan CTG bayi sebelum induksi, termasuk dan tidak terbatas hanya pada satu kali tes CTG.
  • Proses buatan pecah ketuban hanya dilakukan saat posisi kepala menempel dengan baik terhadap serviks untuk menghindari prolaps tali pusat.
  • Pemantauan berkelanjutan CTG persalinan
  • Adanya persetujuan sebelumnya untuk membatalkan induksi dan/atau menerima intervensi C-Section.

5) Pecahnya Rahim

Pastikan yang berikut ini:

  • Hindari induksi sosial untuk yang melakukan operasi C-Section sebelumnya dan operasi uterus signifikan lainnya terutama miomektomi dan operasi korektif mayor untuk malformasi uterus.
  • Pemantauan berkelanjutan CTG persalinan.
  • Hindari stimulasi berlebih dengan oksitosik.

6) Abrupsi Plasenta

Ini adalah komplikasi yang jarang terjadi pada induksi, namun, keberadaan cairan ketuban yang berlebihan dan riwayat hipertensi pada kehamilan mungkin dapat meningkatkan risiko ini. Hindari pecahnya ketuban buatan selama mungkin, hingga sangat dekat dengan tahap kedua, terutama pada kondisi di mana terdapat cairan ketuban yang berlebihan dan hipertensi maternal. Pastikan penggunaan pantauan CTG yang berkelanjutan untuk memantau kontraksi uterus yang tidak beraturan saat ketuban dipecahkan secara artifisial. Pasien dan keluarga perlu disiapkan untuk C-Section darurat.


7) Embolisasi Cairan Ketuban & PPH

Banyak dokter kandungan percaya bahwa komplikasi ini meningkat dalam banyak kelahiran terinduksi diantaranya terkait dengan penggunaan prostaglandin untuk proses serviks priming serta penggunaan oksitoksin untuk meningkatkan kontraksi rahim ditambah proses pecahnya selaput ketuban buatan dan kecepatan persalinan dikarenakan agen-agen ini. Hanya ada langkah pencegahan kecil yang dapat dipersiapkan untuk menangani komplikasi ini. Infus syntocynon dapat dilakukan segera setelah bayi dilahirkan. Pemantauan ketat pasien hingga 12 jam setelah melahirkan. Proses menyusui yang dilakukan segera. Pertahankan asupan intravena selama 6 jam setelah melahirkan. Serta persiapan untuk donor golongan darah dan X yang cocok.