
Alzheimer: Saat Ingatan Perlahan Memudar

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mengingat seseorang memang dapat mengalami perubahan. Namun, ketika lupa mulai sering terjadi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena dapat menjadi salah satu tanda penyakit Alzheimer.
Alzheimer disease atau penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang memengaruhi otak dan menyebabkan penurunan fungsi kognitif secara bertahap. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mengingat, berpikir, mengambil keputusan, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu tanda awal yang paling umum adalah kesulitan mengingat informasi atau kejadian yang baru terjadi. Seiring perkembangan penyakit, seseorang dapat mengalami kesulitan merencanakan aktivitas, mengambil keputusan, mengelola keuangan, memasak, menemukan kata yang tepat, hingga mengenali lingkungan di sekitarnya.
Salah satu perubahan yang terjadi pada otak penderita Alzheimer adalah penumpukan protein beta-amiloid dan protein tau yang tidak normal. Beta-amyloid dapat membentuk plak di antara sel-sel saraf, sedangkan protein tau dapat membentuk struktur seperti benang yang disebut neurofibrillary tangles di dalam sel saraf. Akumulasi protein tersebut dapat mengganggu komunikasi antar sel saraf dan berkaitan dengan kerusakan sel saraf yang pada akhirnya menyebabkan penurunan fungsi otak.
Risiko penyakit Alzheimer dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, kondisi kardiovaskular, diabetes, faktor genetik, dan gaya hidup. Usia merupakan salah satu faktor risiko terbesar, meskipun Alzheimer bukan bagian normal dari proses penuaan. Karena itu, menjaga kesehatan tubuh dan otak sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan fungsi kognitif sepanjang kehidupan.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer secara keseluruhan. Namun, pilihan terapi terus berkembang. Beberapa obat, seperti cholinesterase inhibitors dan N-methyl-D-aspartate (NMDA) antagonist, digunakan untuk membantu mengendalikan gejala dan mempertahankan fungsi kognitif pada kondisi tertentu. Selain itu, golongan obat lecanemab dan donanemab merupakan terapi berbasis antibodi yang telah disetujui untuk Alzheimer tahap awal pada pasien yang memenuhi kriteria tertentu. Keduanya bekerja dengan menargetkan protein beta-amyloid di otak dan dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif pada sebagian pasien, tetapi bukan merupakan terapi yang menyembuhkan Alzheimer.
Seiring berkembangnya ilmu kedokteran, penelitian mengenai terapi regeneratif berbasis stem cell juga terus dilakukan sebagai salah satu pendekatan yang berpotensi membuka pilihan baru dalam penanganan penyakit neurodegeneratif. Dalam bidang neurologi, stem cell menarik perhatian karena potensinya dalam memberikan efek neuroprotektif, mendukung proses neuroregenerasi, serta memodulasi respons imun dan peradangan di otak.
Pada penyakit Alzheimer, pendekatan berbasis stem cell masih terus dikembangkan. Salah satu sumber sel yang menarik adalah mesenchymal stem cells yang bersumber dari darah tali pusat. Penelitian awal mengeksplorasi kemungkinan mesenchymal stem cells membantu melindungi sel saraf, mendukung proses perbaikan jaringan otak, serta memengaruhi respons peradangan yang berkaitan dengan perkembangan penyakit.
Darah dan jaringan tali pusat menjadi salah satu sumber sel punca yang menarik untuk terus dikembangkan. Darah tali pusat mengandung hematopoietic stem cell (HSC), sedangkan jaringan tali pusat kaya akan mesenchymal stem cell (MSC). Keduanya memiliki karakteristik dan potensi penggunaan yang berbeda dalam bidang medis. Seiring perkembangan penelitian terapi regeneratif berbasis sel, potensi pemanfaatannya terus dieksplorasi untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk kondisi yang memengaruhi sistem saraf dan otak.
Kesempatan untuk mengumpulkan darah dan jaringan tali pusat hanya tersedia pada saat kelahiran. Karena itu, menyimpannya sejak awal kehidupan dapat menjadi salah satu bentuk persiapan bagi kemungkinan kebutuhan medis di masa depan. Menyimpan bukan berarti memprediksi bahwa seorang anak akan mengalami penyakit tertentu, tetapi merupakan pilihan untuk mempertahankan sumber sel berharga yang mungkin memiliki nilai medis seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Indonesia, PT Cordlife Persada telah menyediakan layanan penyimpanan darah tali pusat sejak 2003 dan telah dipercaya oleh lebih dari 10.000 keluarga. Bagi orang tua, menyimpan darah dan jaringan tali pusat dapat menjadi salah satu langkah persiapan kesehatan keluarga dengan memanfaatkan kesempatan yang hanya hadir sekali saat kelahiran untuk menjaga kemungkinan di masa depan. Cari tahu lebih banyak mengenai penyimpanan darah dan jaringan tali pusat di sini.