Lompat ke isi utama

 

Cari Tahu Lebih Dalam Tentang Leukemia pada Anak

Kasus keganasan darah di Indonesia terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun, khususnya leukemia. Leukemia dapat terjadi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi anak-anak pun bisa terdiagnosis leukemia. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2024, tercatat ada 21.912 kasus baru leukemia di Indonesia. Leukemia menjadi salah satu jenis kanker darah yang paling banyak ditemukan di tanah air.

Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyebabkan gangguan produksi sel darah putih pada sumsum tulang yang mengakibatkan jumlah sel darah putih diproduksi berlebihan ataupun berbentuk abnormal. Sel darah putih memiliki fungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi. Terdapat beberapa jenis penyakit leukemia, namun yang paling sering terjadi pada anak adalah leukemia limfoblastik akut, yang dapat terjadi secara tiba-tiba dengan proses perburukan yang cepat. Pada leukemia limfoblastik akut sumsum tulang memproduksi terlalu banyak limfosit yang tidak sempurna, jumlahnya bisa menjadi sangat banyak dan keluar ke aliran darah dari sumsum tulang. 

Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2021 menunjukkan bahwa tingkat kesembuhan kasus kanker pada anak di Indonesia masih di bawah 30 persen. Salah satu penyebab utama adalah lambatnya diagnosis akibat gejala yang terlalu umum sehingga sulit terdeteksi seperti demam, menggigil, penurunan berat badan, sering terserang infeksi berulang, sedangkan gejala berat seperti pembesaran organ terjadi pada saat kondisi leukemia sudah cukup berat. Akibatnya, pengobatan anak dengan leukemia tidak optimal dan angka kematian meningkat. 

Lambatnya diagnosis juga bisa disebabkan karena kurangnya edukasi untuk para orang tua yang anaknya mengalami leukemia. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program rencana aksi nasional kanker 2024-2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini leukemia. Apabila anak terdiagnosa leukemia, maka orang tua harus segera berkonsultasi dengan dokter anak spesialis onkologi untuk melaksanakan penanganan dan pengobatan.

Secara umum terapi untuk leukemia meliputi radioterapi, kemoterapi, imunoterapi hingga pembedahan untuk pengangkatan limpa. Saat ini, sudah banyak rumah sakit yang menjalankan terapi regeneratif dengan terapi stem cell menggunakan hematopoietic stem cell (HSC)Hematopoietic stem cell bisa didapatkan dari beberapa sumber seperti sumsum tulang, darah tepi dan darah tali pusat. Darah tali pusat menjadi salah satu sumber stem cell yang sangat berharga untuk kesehatan keluarga di masa depan. Darah tali pusat yang dahulu hanya dianggap sebagai limbah medis, saat ini menjadi sumber Hematopoietic Stem Cell yang dapat menjadi terapi untuk leukemia. Stem cell yang bersumber dari darah tali pusat sangat muda dan proses mendapatkannya sangat minim resiko karena diambil sesaat setelah kelahiran bayi, darah tali pusat juga dapat disimpan pada fasilitas khusus untuk penggunaan di kemudian hari.

PT Cordlife Persada merupakan fasilitas penyimpanan darah dan jaringan tali pusat bayi yang memungkinkan orang tua untuk memiliki simpanan sumber stem cell yang dapat digunakan anggota keluarga hingga 3 generasi. Dengan penggunaan teknologi terkini dan sistem peringatan ganda memastikan kondisi darah dan jaringan tali pusat tetap optimal dan dapat digunakan ketika dibutuhkan. Cordlife juga telah mendapatkan akreditasi internasional dari Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB) sehingga orang tua tidak perlu khawatir lagi dengan kualitas penyimpanan darah dan jaringan tali pusat yang Cordlife berikan.