
Kenali Penyakit Juvenile Idiopathic Arthritis pada Anak
Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) merupakan penyakit autoimun yang menyerang persendian, kondisi ini menyebabkan peradangan pada satu atau lebih sendi yang umumnya terjadi pada anak-anak usia di bawah 16 tahun. Angka kejadian dan prevalensi Juvenile Idiopathic Arthritis bervariasi, dengan insidensi berkisar antara 1,6 hingga 23 kasus baru per 100.000 anak, sedangkan prevalensi berkisar antara 3,8 hingga 400 kasus per 100.000 anak.
Gejala umum Juvenile Idiopathic Arthritis yang dirasakan anak antara lain nyeri dan kekakuan pada sendi di pagi hari dan gejala semakin memberat seiring dengan aktivitas anak, timbul pembengkakan yang berakibat pada aktivitas sendi yang terbatas, hal ini kemudian mencetuskan keterbatasan pada range of motion (ROM) atau rentang gerak sendi. Selain gejala spesifik pada sendi, bisa juga terdapat gejala sistemik yang dialami oleh anak seperti demam, muncul ruam berwarna merah muda yang hilang timbul pada tubuh, terjadinya pembesaran pada kelenjar getah bening, gangguan pada mata, hingga terisinya cairan pada rongga lapisan pembungkus jantung. Komplikasi dapat terjadi selama masa pertumbuhan pada anak yang terdiagnosa mengalami Juvenile Idiopathic Arthritis seperti perkembangan tulang abnormal, terjadi perbedaan panjang kaki dan kontraktur sendi.
Pada kasus Juvenile Idiopathic Arthritis pengobatan meliputi pemberian obat anti-inflamasi, imunomodulator, terapi fisik, hingga pembedahan. Selain pemberian obat dan terapi fisik, menjaga keseimbangan nutrisi dan dukungan psikososial juga sangat penting untuk anak dengan Juvenile Idiopathic Arthritis. Pengobatan dengan terapi fisik berfokus untuk mengelola rentang gerak dengan tekanan minimal pada sendi. Salah satu terapi fisik yang dapat dilakukan adalah dengan rutin berenang.
Beberapa tahun terakhir Mesenchymal Stem Cell (MSC) dinilai memiliki potensi dalam terapi untuk Juvenile Idiopathic Arthritis karena Mesenchymal Stem Cell (MSC) merupakan imunomodulator potensial yang mampu mengatur respon imun dengan cara yang sangat kompleks. Sel ini dapat mengaktifkan atau menekan respons imun disesuaikan dengan keadaan inflamasi yang ada. Selain itu, Mesenchymal Stem Cell (MSC) juga mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel seperti sel tulang, sel tulang rawan, sel otot dan sel lemak yang diharapkan dapat berperan dalam terapi regenerasi sel, serta menstimulasi perbaikan jaringan yang rusak dengan meningkatkan produksi komponen-komponen penting untuk fungsi sendi.
Semakin banyak penelitian yang menjelaskan mengenai manfaat dari Mesenchymal Stem Cell (MSC) membuat banyak keluarga melirik penyimpanan darah dan jaringan tali pusat anaknya untuk dimanfaatkan keluarga besar hingga 3 generasi, jaringan tali pusat merupakan salah satu sumber Mesenchymal Stem Cell (MSC) yang menghasilkan stem cell berusia sangat muda dan memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri yang sangat baik, sehingga dengan menyimpan jaringan tali pusat bayi keluarga memiliki tabungan sumber stem cell yang siap diproses dan digunakan saat dibutuhkan.