Lompat ke isi utama

 

MengASIhi sebagai Sarana Bonding antara Mom & Baby

Ada banyak momen pertama yang tak terlupakan setelah si kecil lahir salah satunya adalah menyusui atau yang kini populer dikenal dengan mengasihi. Di balik momen sederhana saat ibu memeluk dan menyusui bayinya, ada proses penting yang bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Weaver, Schofield, dan Papp (2018) menunjukkan bahwa durasi menyusui yang lebih lama berkaitan dengan sensitivitas maternal yang dapat bertahan hingga anak melewati masa bayi dan balita. 

Ikatan emosi yang terjalin karena fase menyusui membentuk sensitivitas ibu dalam ketepatan waktu merespons anaknya yang tampak pada nada emosinya, fleksibilitas dalam perilakunya, dan kemampuannya membaca isyarat anaknya. Dekapan ibu, sentuhan kulit, suara ibu, dan kontak mata selama menyusui menciptakan momen kedekatan yang dapat memperkuat hubungan emosional antara ibu dan bayi. 

Hal ini juga didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh Ventura (2017), dimana ibu yang menyusui langsung (direct breastfeeding) akan lebih sensitif terhadap isyarat bayinya dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui secara langsung. Ibu yang menyusui secara langsung juga cenderung lebih sering menyentuh, membelai dan menatap bayinya lebih lama, sehingga secara signifikan memengaruhi proses bonding

Selain memberikan nutrisi bagi bayi, menyusui juga dapat membantu ibu merasa lebih tenang dan mengurangi stres. Saat bayi menyusu, rangsangan pada puting membantu tubuh ibu melepaskan hormon oksitosin, yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman dan relaksasi. Oksitosin juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan denyut jantung serta meredakan rasa cemas. Dengan begitu, momen menyusui bukan hanya menjadi waktu untuk memenuhi kebutuhan si kecil, tetapi juga menjadi momen bagi ibu untuk merasa lebih dekat, nyaman, dan tenang bersama bayinya.

ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi, mengandung zat gizi dan antibodi yang mendukung imun dan melindungi dari infeksi. ASI eksklusif 6 bulan pertama sangat dianjurkan. Namun, perlindungan bayi tidak hanya soal nutrisi. Orang tua juga bisa mempersiapkan perlindungan untuk si kecil sejak sebelum persalinan. Salah satunya  dengan penyimpanan darah dan jaringan tali pusat yang mengandung stem cell yang berpotensi untuk kebutuhan medis di masa depan, dan hanya bisa diperoleh saat kelahiran. Memberikan yang terbaik bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan si kecil. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyimpanan darah dan jaringan tali pusat dapat diakses melalui https://www.cordlife.co.id/id