
Mengapa Anak Sering Terserang Batuk Pilek

Batuk pilek pada anak sering membuat orang tua khawatir, terutama jika anak baru sembuh tetapi tidak lama kemudian sakit kembali. Padahal, kondisi ini cukup umum terjadi. Menurut National Health Service (NHS) , anak dapat mengalami pilek sekitar 5–8 kali dalam setahun karena terdapat banyak jenis virus penyebab pilek, sementara sistem kekebalan tubuh anak masih belum sempurna dan terus berkembang.
Sebagian besar batuk pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, anak lebih mudah terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuhnya belum mampu untuk menghadapi berbagai macam virus seperti orang dewasa. Anak di bawah lima tahun bahkan dapat mengalami infeksi berulang, terutama jika sering berinteraksi dengan banyak anak lain di daycare atau sekolah. Seiring bertambahnya usia dan paparan terhadap berbagai virus, kekebalan tubuh anak akan semakin berkembang.
Saat pilek, lendir dari hidung dapat mengalir ke belakang tenggorokan dan memicu batuk. Batuk sendiri merupakan respons alami tubuh untuk membantu membersihkan lendir dari saluran pernapasan. Orang tua tidak perlu terlalu cemas selama anak masih mau makan dan minum serta dapat bernapas dengan normal tanpa adanya bunyi napas yang tidak normal. saat anak pilek orang tua perlu memperhatikan perilaku anak, pola pernapasan, dan suhu tubuhnya. Segera cari pertolongan medis jika anak kesulitan bernapas, terlihat sangat lemas, berhenti minum, suhu tubuh anak diatas 39 derajat atau kondisinya semakin memburuk. Begitu pula jika batuk sering memburuk pada malam hari atau muncul ketika anak berlari dan beraktivitas karena dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti asma.
Berbicara mengenai kesehatan anak sejak dini, sudah banyak orang tua mulai tertarik dengan stem cell yang bersumber dari tali pusat bahkan sebelum kehamilan sebagai bagian dari perencanaan kesehatan keluarga di masa depan. Stem cell dari darah tali pusat ternyata memiliki banyak manfaat untuk terapi berbagai macam penyakit baik bagi keluarga inti namun dapat bermanfaat hingga 3 generasi. Bagi orang tua yang mempertimbangkan untuk menyimpan darah tali pusat, penting untuk memahami manfaat simpan darah tali pusat, penggunaannya dalam dunia medis, serta fasilitas penyimpanan yang sudah memiliki akreditasi internasional dan memiliki rekam jejak perilisan sampel yang transparan. PT Cordlife Persada telah mendapatkan akreditasi ke-4 kalinya dari Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB) untuk pemrosesan, penyimpanan dan distribusi darah tali pusat. Selain itu, PT Cordlife Persada juga memberikan akses kepada publik untuk dapat melihat rekam jejak perilisan sampel yang telah disimpan di Cordlife grup sejak tahun 2001. Informasi tersebut dapat diakses pada website kami di https://www.cordlife.co.id/en/release-track-record