
Mengenal Penyakit Neurodegeneratif: Ketika Fungsi Sel Saraf Perlahan Menurun

Otak merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Di dalamnya terdapat miliaran sel saraf atau neuron yang saling terhubung untuk mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari berpikir, mengingat, berbicara, bergerak, hingga merasakan lingkungan di sekitar kita. Namun, seiring bertambahnya usia atau akibat kombinasi faktor genetik dan lingkungan, sel-sel saraf dapat mengalami kerusakan dan kehilangan fungsinya secara perlahan. Kondisi ketika kerusakan sel saraf berlangsung secara progresif ini dikenal sebagai penyakit neurodegeneratif.
Penyakit neurodegeneratif mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi otak dan sistem saraf, seperti Alzheimer, Parkinson, Huntington, dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Gejalanya dapat berbeda-beda, mulai dari gangguan daya ingat dan kemampuan berpikir hingga gangguan gerakan. Semakin lama, gangguan pada sel saraf dapat berdampak pada kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu tantangan utama dalam menangani penyakit neurodegeneratif adalah sangat terbatasnya kemampuan neuron pada sistem saraf pusat untuk memperbaiki atau menggantikan dirinya sendiri. Selain itu, adanya sawar darah otak (blood-brain barrier) juga membatasi masuknya obat dan terapi tertentu ke dalam jaringan otak. Karena itu, sebagian besar terapi saat ini berfokus pada mengendalikan gejala dan mempertahankan kualitas hidup pasien, sementara penelitian untuk menemukan pendekatan terapi baru masih terus dilakukan.
Seiring berkembangnya pengobatan regeneratif (regenerative medicine), terapi berbasis sel punca (stem cell) mulai banyak diteliti sebagai salah satu pendekatan potensial untuk penyakit neurodegeneratif. Salah satu jenis yang mendapat banyak perhatian adalah mesenchymal stem cells (MSC). Sel ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan berbagai faktor yang dapat mendukung lingkungan jaringan dan memodulasi respons peradangan. Berbagai penelitian terus berlanjut untuk lebih memahami potensi MSC dalam mendukung perbaikan dan fungsi jaringan saraf.
Darah dan jaringan tali pusat merupakan sumber biologis yang mengandung berbagai jenis stem cell dengan potensi untuk dikembangkan dalam terapi berbasis sel. Meskipun pemanfaatan stem cell untuk penyakit neurodegeneratif masih dalam tahap penelitian, perkembangan di bidang ini terus membuka peluang baru dalam dunia kedokteran, khususnya terapi regeneratif.
Bagi para orang tua, menyimpan darah dan jaringan tali pusat saat kelahiran dapat menjadi langkah awal untuk mempersiapkan akses stem cell di masa depan. Jika kelak terdapat kebutuhan medis dan penggunaannya telah didukung oleh bukti ilmiah terbaru, sumber biologis ini tidak hanya bermanfaat untuk anak selaku pemilik darah dan jaringan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh anggota keluarga lain hingga 3 generasi. Oleh karena itu, pemilihan fasilitas penyimpanan yang terpercaya menjadi langkah yang sangat krusial.
PT Cordlife Persada merupakan pioner fasilitas penyimpanan darah tali pusat di Indonesia yang telah melayani lebih dari 15.000 keluarga, dan juga menjadi satu-satunya fasilitas penyimpanan darah dan jaringan tali pusat yang berizin resmi di Indonesia dan memiliki akreditasi internasional untuk pemrosesan, penyimpanan dan distribusi darah dan jaringan tali pusat dari Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB). Untuk konsultasi seputar penyimpanan stem cell, konsultan Cordlife siap membantu melalui WhatsApp
Written by Cordlife Editorial Team
Reviewed by dr. Ryna Radiant
Last updated: September 2026
Sumber:
https://www.niehs.nih.gov/research/supported/health/neurodegenerative
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8837071/
https://kids.frontiersin.org/articles/10.3389/frym.2016.00022