Lompat ke isi utama

 

Multiple System Atrophy (MSA): Saat Banyak Fungsi Tubuh Mulai Kehilangan Kendali

Berjalan, menjaga keseimbangan, mengatur tekanan darah, hingga mengendalikan fungsi berkemih adalah hal-hal yang dilakukan tubuh hampir tanpa kita sadari. Namun, ketika sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tersebut mulai mengalami gangguan, aktivitas yang sebelumnya terasa sederhana dapat perlahan menjadi sebuah tantangan.

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan gangguan tersebut adalah Multiple System Atrophy (MSA), penyakit neurodegeneratif progresif yang memengaruhi sistem saraf pada orang dewasa. MSA dapat mengganggu pergerakan, keseimbangan, serta fungsi tubuh yang bekerja secara otomatis, seperti pengaturan tekanan darah dan berkemih. Penyakit ini tergolong jarang, berdasarkan data dari Goh et al (2023), jumlah kasus baru diperkirakan sekitar 0,6–3 kasus per 100.000 orang di seluruh dunia dan umumnya muncul pada usia sekitar 60 tahun.

MSA dapat dikelompokkan menjadi MSA-C dan MSA-P berdasarkan gejala yang lebih dominan. MSA-C (Cerebellar type) terutama memengaruhi koordinasi dan keseimbangan, sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan berjalan, mempertahankan postur, atau melakukan gerakan berulang dengan cepat. Sementara itu, MSA-P (Parkinsonian type) memiliki gejala yang menyerupai Parkinson, seperti gerakan melambat, kekakuan otot, kesulitan memulai gerakan, dan tremor.

Selain gangguan gerak, Multiple System Atrophy juga dapat memengaruhi sistem saraf otonom yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis. Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ketika berdiri, yang dikenal sebagai hipotensi ortostatik, dapat menyebabkan pusing hingga pingsan. Gangguan berkemih, konstipasi, gangguan tidur, kesulitan menelan, hingga gangguan pernapasan juga dapat terjadi.

Hingga saat ini, belum tersedia terapi yang dapat menyembuhkan Multiple System Atrophy. Penanganan umumnya bertujuan mengendalikan gejala, mempertahankan kemampuan fungsional, dan menjaga kualitas hidup pasien. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, berbagai pendekatan baru juga terus diteliti, termasuk penggunaan stem cell yang berasal dari darah tali pusat.

Salah satu penelitian oleh Gong et al. (2022) mengamati efek jangka panjang penggunaan stem cell dari darah tali pusat pada 7 orang pasien Multiple System Atrophy, dengan pemantauan selama 3–5 tahun setelah terapi. Penelitian tersebut melaporkan adanya perbaikan pada beberapa gejala selama periode pemantauan, dan tidak ditemukan efek samping serius yang berkaitan dengan terapi selama masa pemantauan.

Temuan tersebut memberikan harapan mengenai potensi penggunaan stem cell dari darah tali pusat pada Multiple System Atrophy. Meski demikian masih perlu dilakukan penelitian dengan jumlah pasien yang lebih besar dan desain yang lebih kuat untuk memahami keamanan dan efektivitas stem cell dari darah tali pusat untuk terapi Multiple System Atrophy.

Perkembangan penelitian ini menunjukkan bahwa regenerative medicine masih terus berkembang. Darah dan jaringan tali pusat merupakan sumber biologis yang mengandung stem cell dan hingga kini terus diteliti untuk berbagai kemungkinan di bidang regenerative medicine. Menyimpannya sejak kelahiran bukan berarti menjamin penggunaannya untuk penyakit tertentu di masa depan, tetapi dapat menjadi salah satu bentuk persiapan dengan menjaga sumber biologis tersebut tetap tersedia ketika dibutuhkan.


Orang tua dapat menyimpan darah dan jaringan tali pusat bayi pada fasilitas penyimpanan seperti PT Cordlife Persada sebagai bagian dari persiapan kesehatan keluarga untuk masa depan. Pemilihan fasilitas penyimpanan tentunya menjadi hal yang sangat krusial, orang tua perlu mengetahui kredibilitas fasilitas penyimpanan seperti izin operasional fasilitas, akreditasi internasional, hingga catatan perilisan sampel. Untuk perencanaan penyimpanan darah dan jaringan tali pusat, anda dapat menghubungi konsultan Cordlife melalui Whatsapp

Sumber

  • Goh YY, Saunders E, Pavey S, et al. Multiple system atrophy. Practical Neurology 2023;23:208-221.
  • Yu H, Yuan X, Liu L, Wang T, Gong D. Treatment of multiple system atrophy - the past, present and future. Am J Clin Exp Immunol. 2018 Oct 5;7(5):88-94. PMID: 30498625; PMCID: PMC6261842.
  • Gong D, Wang W, Yuan X, Yu H, Zhao M. Long-Term Clinical Efficacy of Human Umbilical Cord Blood Mononuclear Cell Transplantation by Lateral Atlanto-Occipital Space Puncture (Gong’s Puncture) for the Treatment of Multiple System Atrophy. Cell Transplantation. 2022;31. doi:10.1177/09636897221136553
  • Multiple system atrophy. (n.d.). National Institute of Neurological Disorders and Stroke. https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/multiple-system-atrophy

Baca juga: Mengenal Penyakit Neurodegeneratif: Ketika Fungsi Sel Saraf Perlahan Menurun

Written by Cordlife Editorial Team

Reviewed by dr. Meriana Virtin and dr. Ryna Radiant

Last updated: September 2026

Berikan perlindungan maksimal untuk si Kecil bersama Cordlife, sekarang!